Mode baca nyaman • Inter (body) + Poppins (judul)
GIANYAR – Pada tanggal 11 Januari 2026 mendatang, Masjid Agung Al-A’la Kabupaten Gianyar akan menggelar agenda besar empat tahunan, yaitu Musyawarah Besar (Mubes) ke-7. Forum ini merupakan rapat akbar tertinggi yang memegang kekuasaan penuh dalam mengambil keputusan-keputusan strategis bagi masa depan masjid.
Apa Itu Mubes?
Mubes bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum evaluasi dan proyeksi yang diadakan setiap empat tahun sekali. Ada tiga tujuan utama dibalik pelaksanaan Mubes ini:
Bagi Rapor: Menilai hasil kerja pengurus lama secara objektif untuk melihat pencapaian dan hal-hal yang perlu diperbaiki.
Segarkan Organisasi: Memperbaharui semangat dan struktur organisasi agar tetap dinamis dan tidak kaku dalam menghadapi tantangan zaman.
Atur Arah: Menentukan visi dan misi masjid, mau dibawa ke mana dan menjadi seperti apa di masa depan.
Tema Besar: Inklusivitas dan Adaptabilitas
Tahun ini, Mubes ke-7 mengusung tema yang sangat kuat: "Masjid Tanpa Batas, Umat Tanpa Sekat". Tema ini mencerminkan tekad Masjid Agung Al-A’la untuk menjadi lembaga yang inklusif, adaptif, dan mampu melampaui batasan sosial budaya dalam melayani seluruh lapisan umat.
Menyusun Garis Besar Program Kerja (GBPK) 2026-2030
Salah satu agenda paling krusial dalam Mubes nanti adalah menyusun Garis Besar Program Kerja (GBPK) atau rencana kerja utama untuk periode 2026 hingga 2030. Rencana kerja ini akan menjadi "peta jalan" bagi pengurus baru agar fokus pada tiga pilar mendasar:
IDARAH (Manajemen/Tata Kelola): Menata "dapur" pengurus agar lebih rapi, jujur, dan transparan. Transformasi digital menjadi kunci agar pencatatan kas, administrasi surat-menyurat, dan pelayanan jemaah menjadi lebih mudah dan modern.
IMARAH (Kegiatan/Memakmurkan): Mengoptimalkan "isi" masjid agar hidup selama 24 jam. Masjid tidak hanya dibuka saat waktu sholat, tetapi menjadi pusat kegiatan bermanfaat seperti pengajian rutin, TPA untuk anak-anak, hingga program bantuan kesehatan.
RI’AYAH (Fasilitas & Pemeliharaan): Fokus pada urusan "fisik" bangunan untuk menjamin kenyamanan jemaah. Hal ini mencakup kebersihan tempat wudhu dan toilet, kesejukan AC, keamanan parkir, hingga penyediaan fasilitas ramah lansia dan difabel agar semua orang dapat beribadah dengan khusyuk.
Mubes ke-7 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi umat Muslim di Gianyar untuk memiliki masjid yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga kuat secara manajemen dan memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas.